Hatiku Percaya – Lagu Rohani

Posted on

LIRIK HATIKU PERCAYA – LAGU ROHANI

Saat ku tak melihat jalanMu
Saat ku tak mengerti rencanaMu
Namun tetap ku pegang janjiMu
Pengharapanku hanya padaMu

Saat ku tak melihat jalanMu
Saat ku tak mengerti rencanaMu
Namun tetap ku pegang janjiMu
Pengharapanku hanya padaMu

Reff :
Hatiku percaya, hatiku percaya
Hatiku percaya, s’lalu ku percaya

Lagu lainnya Tabahlah Mama (Julius Sitanggang)

Youtube Kidung Rohani

 

Mengandalkan Tuhan: Menang Terhadap Masalah

Baca: 1 Samuel 17:40-58

“Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.” (1 Samuel 17:45)

Mari kita belajar dari sikap Daud menghadapi Goliat. Secara logika, ditinjau dari sudut mana pun, Daud kalah, tapi ia tidak gentar sedikit pun ketika harus berhadapan dengan raksasa Filistin itu. Mengapa bisa demikian?

Daud sadar bahwa ia tidak menghadapinya sendirian, ada Tuhan yang siap menopang. Ini menunjukkan bahwa Daud senantiasa mengandalkan Tuhan. “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” (Yeremia 17:7).Daud berkata, “TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Mazmur 118:6), karena itu “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.” (Mazmur 118:8). Jika Tuhan ada di pihak kita tidak ada perkara yang mustahil; jika Tuhan ada di pihak kita tidak ada persoalan yang tidak ada jalan keluarnya; dan jika Tuhan ada di pihak kita segala sesuatu dapat kita tanggung bersama Dia.

Daud tidak takut kepada Goliat karena ia senantiasa mengingat-ingat akan kebesaran kuasa Tuhan dan campur tangan-Nya di waktu-waktu sebelumnya. “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” (1 Samuel 17:37).Pengalaman bersama Tuhan inilah yang mendorongnya untuk selalu berpikiran positif dan bersikap optimis dalam menghadapi Goliat sekalipun. Optimis bukan berarti membanggakan diri atau takabur, tetapi sikap percaya diri yang positif karena tahu kepada siapa ia menaruh pengharapan. “Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala.” (Mazmur 77:12).

Orang-orang Israel merasa ketakutan oleh karena mereka hanya terfokus kepada Goliat yang besar, tetapi Daud tidak, karena ia senantiasa mengarahkan pandangannya kepada Tuhan dan mengingat-ingat peristiwa yang lalu saat Tuhan menolongnya dan melepaskannya dari masalah-masalah sebelumnya.

Kalau dulu Tuhan tolong, sekarang pun kita percaya Tuhan pasti akan menolong, karena Dia adalah Tuhan yang tidak berubah!